Road Blog Madura Behind the Scene: Salah Bawa Motor

mahdusabrori.com

#RoadBlogMadura Behind the Scene

Sebelum aku bercerita, sudah pada tau tidak apa itu #RoadBlogMadura ?

#RoadBlogMadura itu, seminar sekaligus workshop yang diselenggarakan oleh Excite Indonesia. Bekerjasama dengan Komunitas Blogger Madura Plat-M tentunya. Acara ini dilaksanakan Excite Indonesia di 10 kota di Indonesia, dan Bangkalan (Madura) menjadi kota ke-2 yang dipercaya menyelenggarakan event keren ini setelah Aceh.

Dalam acara tersebut terselenggara seminar dengan menghadirkan pembicara dari Traveloka, Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF), dan Pegadaian. Untuk workshopnya, Maulana Aji berbicara tentang Simple SEO to increase your traffice. Sedangkan Bustomi berbicara tentang How to create hypnotize content.

Sudah, segitu saja penjelasan tentang apa itu #RoadBlogMadura. Sekarang aku mau bercerita tentang kelucuan (lebih ke memalukan sih) saat-saat mempersiapkan event keren itu.

Untuk event sebesar itu memang perlu persiapan yang sangat matang. Kami dari Plat-M selaku komunitas yang ditunjuk sebagai penyelenggara, mempersiapkan event itu dengan serius. Meskipun waktu yang diberikan oleh Excite Indonesia sangat terbatas. Kurang lebih satu mingguan gitu.

Pada malam sebelum acara, wajiblah kita semua sibuk mempersiapkan acara tersebut. Dan aku kebagian untuk membantu mempersiapkan venue acaranya. Mulai dari membantu mengatur dekorasi, memasang backdrop, hingga merapikan kursi peserta.

Cerita konyol itu bermula dari sini.

Saat aku merapikan kursi untuk peserta, datang mbak Riska meminta empat orang untuk ikut dengan dia mengambil bahan dekorasi yang masih ada di rumah mas Raden. Dengan syarat harus membawa motor karena jika ikut mobil takut tidak muat. Karena mobil itu nanti akan memuat bahan dekorasi. Karena aku tidak bawa motor, aku tidak langsung mengiyakan permintaan mbak Riska. Tapi pada saat itu aku melihat teman-teman kok gak ada yang menyanggupi permintaan itu. Aku lantas bilang ke mbak Riska kalau aku bisa bantu tapi aku gak bawa motor.

Mendengar bahwa aku perlu motor, datanglah Sayadi dari balik kerumunan dengan gagah dan menabur senyum manis nenteng kunci motornya untuk diberikan kepadaku. Ada dua kunci tapi satu rangkai. Satu seperti kunci motor pada lumrahnya, dan satu lagi mirip kunci motor tapi sedikit panjang bergerigi. Entah apa itu namanya.

Setelah aku mendapat pinjaman motor dari Sayadi, aku mengajak Fadil untuk menemaniku. Keluarlah aku dari gedung menuju parkiran. Agung beserta adiknya mengikuti dari belakang untuk ikut serta membantu mbak Riska mengambil bahan dekorasi itu.

Setelah sampai ke parkiran, aku tanyakan ke Fadil yang mana motor Sayadi. Ditunjuklah motor Yamaha Vega dengan helm hitam yang tergantung di kaca spion. Aku percaya saja, karena Fadil pas berangkat menuju gedung tempat acara boncengan sama Sayadi. Jelaslah kalau Fadil pasti tahu yang mana motornya Sayadi.

Aku hidupkan motor itu, dan kami berempat berangkat menuju ke rumah mas Raden dengan dua motor. Aku boncengan sama Fadil, dan Agung ngebonceng adiknya. Berangkatlah kita melewati pintu gerbang dimana teman-teman sebagian lagi sibuk memasang banner selamat datang di pintu gerbang. Termasuk Sayadi.

Setelah beberapa menit, sampailah kita di rumah mas Raden. Kita berempat mulai mengangkut bahan dekorasi menuju depan gang. Dimana mbak Riska sudah menunggu disana untuk segera membawa bahan dekorasi tadi ke lokasi acara. Semua peralatan tidak lupa kami bawa juga. Mulai dari cutter, gunting, lem, penggaris, dan double tape untuk berjaga-jaga takut diperlukan di lokasi acara nanti.

Semua barang sudah masuk ke dalam mobil. Sekarang giliran mbak Riska yang bertugas membawa semua barang itu menuju lokasi acara. Kita berempat kembali ke rumah mas Raden untuk mengambil motor dan segera kembali ke lokasi acara. Kami tidak berani lama-lama karena takut tenaga kami dibutuhkan disana. Saat mengambil motor, aku lihat ada styrofoam yang ternyata lupa kita masukkan ke dalam mobil tadi.

Berangkatlah kita menuju lokasi acara. Jika sebelumnya aku yang menyetir motor, kali ini giliran Fadil yang nyetir. Aku di belakang dengan membawa styrofoam tadi. Tidak lama, kita pun sampai di lokasi acara dengan selamat.

Berbeda dengan tadi pas waktu berangkat, suasana parkiran terasa lebih riuh. Entah karena apa aku tidak tahu. Dengan wajah tidak berdosa 😀 kita berempat menerobos keriuhan orang-orang di parkiran menuju gedung yang akan ditempati acara besok. Pada waktu itu, kami berempat berjalan dengan saling melontarkan pertanyaan “Ada apa sih kok rame?” aku sambil membawa styrofoam yang diapit dengan tangan kiri, mencoba memberikan jawaban. “sepertinya ada yang baru kehilangan motor” sahutku pada teman-teman. Dengan rasa prihatin, kita tetap melanjutkan perjalanan menuju venue untuk lekas bergabung kembali bersama teman-teman yang lain.

Beberapa menit setelah kita sampai di dalam gedung, terdengar dari belakang suara pria setengah dewasa menanyakan siapa diantara kami yang membawa motor Vega yang ada di parkiran. Sayadi mengancungkan tangan bermaksud menjawab pertanyaan si Pria tadi. Diajaklah Sayadi oleh Pria tadi menuju parkiran. Sampai disini aku masih belum menaruh curiga apa-apa. 😀

Beberapa menit kemudian, datanglah Sayadi dengan berlarian menuju tempat dudukku. Dia menyuruhku untuk segera ke parkiran. Kembali, dengan wajah tidak berdosa aku datang ke parkiran. 😀 sesampainya disana ternyata orang-orang sudah pada memasang muka kesal. Ditandai dengan lirikan mata mereka yang menjelajahi ujung kaki sampai ujung kepalaku.

Disitu, dengan bantuan kepala keamanan yang berusaha menjelaskan duduk permasalahannya. Aku tau sekarang kenapa aku dipanggil. Ternyata, AKU SALAH BAWA MOTOR ORANG. 🙁 amboyy.. kebayang kan malunya tuh gimana. Serasa ingin aku kantongin saja ini wajah. Saking malunya diri ini 🙁 Ditambah ini kejadian di Bangkalan, kota yang jauh dari rumah. Kalau sampai di sangka maling kan gaswatt 🙁

Tapi, aku coba menjelaskan bahwa kejadian itu bukan disengaja, murni karena aku tidak tahu. Dengan harapan yang punya motor dan pihak keamanan mau memaafkan setelah mendengar penjelasan aku itu.

Akhirnya, melalui ceramah yang panjang. Aku dimaafkan :), karena bukan Orang Madura jika tidak mau memaafkan 😀

Salah paham itu diselesaikan dengan jabat tangan. Dan aku pun kembali ke dalam gedung.

Itu merupakan kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan. Akan aku jadikan bahan ceritaan untuk anak dan cucuku kelak. Supaya mereka berhati-hati jika ingin meminjam motor orang 😀

Walahh.. ada-ada aja.

Sekarang aku mau menyimpulkan kenapa kejadian memalukan itu sampai bisa terjadi.

  1. Yang jelas karena aku tidak berhati-hati, alias “gagal focus”.
  2. Aku menanyakan motor Sayadi ke Fadil, bukan ke Sayadi langsung.
  3. Si Sayadi meskipun dia melihat aku bawa motor orang, bukan motor dia. Malah tidak ditegur.
  4. Kunci motor orang itu kenapa “dol” sih? Jika tidak, kan gak bakalan motornya sampai aku bawa gitu 🙁

Untuk teman-teman, waspadalah.. waspadalah.. JANGAN SAMPAI SALAH BAWA MOTOR ORANG !!! 😀

6 Comments

    Wahyu Alam

    Wkakakakakakak…
    Aku ngga berhenti ketawa..
    Lucu. Beneran. Hehehe

      macatoles

      Tapi hampir di penjara ini. Disangka maling 😀

    HALOnetizen

    hahahaa benar-benar bakal jadi unforgetable moment nih hahaha

      Mahdus Abrori

      banget mas 😀

    Choirul Anam N.

    Nice mas abrori… pas baca tadi ngebayangin senyumnya mas sayadi jadi ngakak sendiri :v

      Mahdus Abrori

      Terimakasih mas Anam. Memang senyuman mas Sayadi itu poin plus di cerita ini. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*