Yeayy!! Aku Keliling Madura

~Hari Pertama~

mahdusabrori.com

Foto para panitia | Image Source: Panitia

Asyik kali ya jika sekali-kali luangin waktu buat keliling Madura. Masak ngakunya lahir dan besar di Madura, tapi pas ditanya di Madura ada apa aja, malah nggak tahu. Malu lah sama kucing *meong meong meong

Kesempatan mengelilingi Madura datang dari ajakan Mas Wahyu Alam untuk ikut serta menjadi panitia sekaligus peserta dalam kegiatan Famstrip Promosi Kawasan Suramadu dan Produk Unggulan Madura. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Plat-M (Komunitas Blogger Madura) dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

By the way kamu sudah tahu belum BPWS itu apa? Dan kerjanya apa aja?

Kalau Plat-M? Sudah tahu lah ya. Komunitas terkenal gitu masak nggak tahu.

Gini lho, BPWS itu instansi pemerintah yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Tahun 2008. Tugasnya tidak lain sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat dalam hal percepatan pembangunan wilayah Suramadu. Kalau boleh aku bilang, BPWS ini seakan oase di tengah ‘kegersangan’ pembangunan di Madura. Kenapa begitu? Karena berdasarkan tuntutan tugasnya, BPWS diharuskan mampu memberikan terobosan-terobosan jitu guna mendongkarak perekonomian Madura. Sehingga nantinya, percepatan pembangunan di Madura dapat dicapai dengan cepat.

Membangun Madura tidak cukup dengan melakukan ‘pembangunan fisik’ saja, ‘pembangunan citra’ perlu juga lah sekali-kali. Aku pribadi bosan dengar kata “Madura gersang”, “Madura kasar”, “Di Madura cuma ada sapi”, “Madura tidak potensial”, dan gitu-gitu lah. Serius bosan!

Oleh sebab itu, aku merasa fumtrip ini benar-benar terobosan jitu untuk membangun citra positif Pulau Madura. Ya, karena yang diajak kan para Blogger kelas kakap semua. Meskipun jumlahnya cuma 35 orang, tapi aku yakin itu sudah cukup untuk benar-benar #MenduniakanMadura.

Eh, udah ah orasinya. Sekarang aku mau bercerita tentang keseruan pas keliling Madura kemarin. Tapi tidak semuanya ya. Beberapa aja. Nanti berlanjut di postingan selanjutnya. Jadi kan kalau kamu mau tahu keseluruhan dari ceritaku, kamu harus nunggu, dan pada akhirnya kamu terpaksa harus kembali ke blogku ini. Hehe,,

mahdusabrori.com

BPWS memaparkan sekilas tentang program kerjanya | Image Source: Panitia

Aku mulai ceritaku dari tempat pertama kami berkumpul. Para Blogger peserta acara #JejakBPWS dan #MenduniakanMadura yang datangnya dari berbagai penjuru Nusantara, dikumpulkan semua di kantor BPWS. Lokasinya di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Agenda kami dikumpulkan di kantor BPWS untuk mendapatkan pembekalan sekaligus pelepasan secara resmi oleh BPWS.

Kami resmi dilepas sekitar jam 11.30 WIB.

mahdusabrori.com

Pra keberangkatan | Image Source: Panitia

Seusai pelepasan, satu bus pariwisata dan tiga mobil pribadi yang berisikan para peserta dan panitia mulai bergerak menyusuri Jembatan Suramadu. Para Blogger diajak melihat Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM). Lokasinya berada di Desa Pangpong Kecamatan Labang, Bangkalan. Menurut pihak BPWS, di kawasan yang memiliki luas 26,5 Ha ini nantinya akan dibangun Rest Area. Rest Area ini nantinya akan menampung pelapak-pelapak yang saat ini berjualan di pinggiran tol. Semuanya akan direlokasi ke sini. Ya, hitung-hitung biar aman dan steril lah. Tapi tidak hanya untuk tempat jualan aja katanya, nanti di Rest Area ini akan dibangun juga Islamic Center. Syar’i pokoknya. 😀

mahdusabrori.com

Para Blogger mengunjungi lokasi pembangunan Rest Area | Image Source: Panitia

Setelah melihat-lihat proses pembangunan Rest Area, kami melanjutkan perjalan menuju Kawasan Khusus Madura (KKM) yang berada di Kecamatan Klampis, Bangkalan. Kerennya, selama perjalanan menuju Kecamatan Klampis kami dikawal oleh Patwal Polres Bangkalan. Dan kanon, selama kami mengelilingi Madura, kami akan mendapatkan pengawalan dari Polres se-Madura secara estafet. Beh, masih mau bilang ini acara kelas teri?

Pengawalan yang kami dapatkan sungguh berarti sekali. Perjalanan menuju Kecamatan Klampis relatif lancar dan tidak memakan waktu lama. Tahu-tahu sudah sampai saja. Yaiyalah, selama perjalanan aku molor. Hehe, biasa efek samping sehabis makan. Habis, makan siangnya dikasihkan di mobil sih. Jadinya ketiup AC mobil dikit aja, langsung pulas tidak sadarkan diri. Hehe.

Di Kecamatan Klampis, kami hanya berhenti sebentar. Paling sekitar 10-15 menitan. Kami diberi tahu bahwa di sana (Kecamatan Klampis), nantinya akan dibangun pelabuhan sebagai kawasan industri dan pergudangan, guna mendukung pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Bulu Pandan.

mahdusabrori.com

Para Blogger menyimak keterangan yang disampaikan Guide | Image Source: Nilawilda.com

Nah, kini waktunya melanjutkan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Pantai dan Hutan Kera Nepa, di Sampang. Perjalanan menuju Pantai dan Hutan Kera Nepa melewati jalan yang bisa dibilang tidak begitu lebar. Ya, kalau buat mobil pribadi sih masih bisa dua jalur. Tapi kalau semacam bis gitu, ya terapaksa harus satu jalur saja. Untungnya kami dikawal oleh Patwal dari Polres Sampang. Jadi, semua bisa aman terkendali.

Kami sampai di homestay kalau tidak salah dan tidak khilaf sekitar jam tiga sorean gitu. Hehe, rada lupa soalnya. Maklum faktor terlalu banyak kenangan.

Homestay yang akan kami tempati untuk bermalam di hari pertama berada di Desa Batioh Kecamatan Banyuates, Sampang. Jaraknya tidak jauh dari Pantai Nepa. Paling berjalan beberapa meter saja sudah sampai di bibir Pantai Nepa. Setelah semua peserta dirasa sudah cukup beristirahat, sore itu juga para peserta diajak mengunjungi Pantai dan Hutan Kera Nepa. Para peserta nampak sekali sangat berantusias. Buktinya mereka tanpa harus dipaksa, langsung bergegas mengikuti ajakan panitia.

mahdusabrori.com

Penampakan Pantai Nepa | Image Source: Nilawilda.com

Pantai Nepa memiliki pasir putih yang dapat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Garis pantainya lumayan panjang. Namun sayang, semua keindahan itu terasa tertutupi ketika melihat tumpukan-tumpukan sampah rumah tangga berserakan di tepian pantai. Sebenarnya permasalahan sampah ini sempat kami utarakan kepada Kepala Desa Batioh selaku aparat yang bertanggung jawab. Namun menurut Sang Kepala Desa, itu bukan sampah rumah tangga, melainkan sampah laut yang datangnya entah dari mana. Padahal kalau masyarakat sekitar itu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya, terutama kawasan wisatanya, bukan hal mustahil Pantai Nepa ini akan banyak menarik perhatian calon wisatawan untuk berkunjung. Bahkan bisa jadi mengalahkan Pantai Camplong, yang ada di selatan Sampang. Tapi, yaudah lah. Bahas sampah kok moodku jadi jelek.

Sekarang kita bahas Hutan Kera Nepa aja ya. Hutan Kera Nepa itu letaknya berada tepat di sebelah Pantai Nepa. Itulah yang membuat nama kedua tempat ini sama. Sama-sama menggunakan kata “Nepa”. Nepa bukan nama daerah lho ya. Kata penduduk sekitar sana, kata “Nepa” itu merupakan nama pohon yang dulunya banyak tumbuh di sana. Tapi ketika ditanya seperti apa pohon nepa itu, beliau cuma bisa memberikan gambaran kalau pohon nepa itu hampir mirip dengan pohon kelapa.

mahdusabrori.com

Para Blogger berkunjung ke Hutan Kera Nepa | Image Source: Mahdusabrori.com

By the way, ada beberapa fakta unik tentang Hutan Kera Nepa yang perlu kamu ketahui:

  1. Di Hutan Kera Nepa terdapat dua Kerajaan Kera. Kerajaan Utara, dan Kerajaan Selatan. Setiap kerajaan memiliki batas teritorial masing-masing. Konon kalau ada yang melanggar, maka akan terjadi peperangan antar kerajaan (clan/suku). Wohh,, Bicara peperangan, aku kok keinget Clash of Clans. Hehe. *mendadak noleh ke gadget

  2. Tidak semua orang yang mengunjungi Hutan Kera Nepa bisa menjumpai kerumunan kera. Kera hanya akan hadir, jika dipanggil Sang Juru Kunci. Katanya sih menggunakan mantra khusus.

Waktu itu kami sangat beruntung karena saat kami ke sana, keranya keluar menemui kami. Bahkan jumlahnya lumayan banyak. Bergerombol gitu. Tapi entah itu bagian dari pasukan kerajaan mana. Gak ada yang pakai seragam sih. Hehe, yaa kali kera pakai seragam. Tapi, saking mereka (kera) sangat menghargai kedatangan kami, sampai-sampai ada salah satu dari mereka mengejar salah satu teman kami. Haha, lucu-lucu ngeri sih lihatnya. Tapi ngga gigit kok. Cuma ngejar aja. Ya, palingan cuma mau numpang selfie aja.

Cahaya matahari sudah mulai meredup, bukti senja telah menyapa. Kini waktunya kami kembali ke homestay. Kami harus beristirahat, memulihkan tenaga untuk petualangan selanjutnya. Masih banyak tempat-tempat indah menunggu kedatangan kami besok. Waktunya antre mandi dan lanjut tidur.

To be continue…

Sabar ya, cerita ini aku cukupkan sampai di sini dulu. Tunggu kelanjutan kisah seru lainnya.

Bye..

31 Comments

    Erna

    Kuerreenn Mahdus.. rentetan acara lengkap.. eh masih kontinyu yaaa…

      Mahdus Abrori

      Kalau dilanjutin gak muat Mbak Er,, hehehe

    budiono

    wah ceritanya pas seru-serunya malah bersambung. kayak sinetron kwkw

      Mahdus Abrori

      Wkwkwk.. Semoga penasaran, dan bakalan berkunjung lagi, lain hari.

    Abd Rosyid

    bosan dengar kata “Madura gersang”, “Madura kasar”, “Di Madura cuma ada sapi”, “Madura tidak potensial”, dan gitu-gitu lah.

    Orang bilang begitu karena dia belum berkunjung ke Madura

      Mahdus Abrori

      Yup, Betul. Tak kenal maka tak sayang.

        Abd Rosyid

        Kalau sudah kenal, pasti tidak ingin meningalkan.

    Berri Anam

    Lagi… lagi…lagi
    ayo lagi

      Mahdus Abrori

      Sutradaranya masih ngaso dulu.. wkwkwkwk

    dian

    Ehtapi pas acara kemarin kera2 keluar tanpa dipanggil ya…kita datang udah pada rame tu kera..tau aja kalo mau diliput 😁

      Mahdus Abrori

      Iya, bisa dibilang kita sangat beruntung… Diminati kera.. *ehh

    winny

    kalau ke madura penasaran dengan pantainya ama satenya

      Mahdus Abrori

      Duh, kemarin sudah sempet nyobain sate (asli) Madura gak ya?

    Mama Minta Piknik

    Mas Mahdus yang mana ya orangnya? haha..
    Hutan Kera Nepa ini menarik sangaat. Di Bali boleh ada Sangeh, di Madura bangga punya Nepa 🙂

      Mahdus Abrori

      Duh, ketahuan kurang populer.
      Kemarin kurang panggung aja mbak, jadi gak kelihatan.
      Salam kenal ya..

    Molly

    Seneng akhirnya bisa nyampe ke Madura dan ketemu temen2 bloger yang kece2 ini😀. Ditunggu sambungan ceritanya, mas.

      Mahdus Abrori

      Yeayy,, ada juga yang nungguin..

    Halim

    Bersambung ya? Nunggu yang kejar tayang dulu nih hahaha. Bener banget stereotip Madura yang negatif harus dihapus, buktinya sepanjang acara jadi seperti jalan bareng kawan lama yang sudah lama kenal, nggak pakai rasa takut di pulau yang sering diberitakan negatif yang keliru di luar sana. Senanglah bisa bertemu blogger Madura yang keren-keren di acara Menduniakan Madura. Dan ditunggu lanjutan ceritanya ya, Mahdus. 😀

      Mahdus Abrori

      Kalau begitu, bisa dong mas Halim membantu kami untuk menghapus stereotip negatif tentang Madura. Hehehe

    opickaza

    seru yah kemarin acaraya, mau ikutan tapi belum ada kesempatan saja

      Mahdus Abrori

      Duh, sayang sekali ya. Next time mungkin bisa.

    Maz echo

    Ini nanggung banget ceritanya

      Mahdus Abrori

      Sengaja 😀

    Nila

    Wow hasil jepretanku yang masih abal-abal di pekak 😉

      Mahdus Abrori

      Nilaaaaa.. plizzzzz dehh..
      Typo terus kamu nak… 😕

    @kakdidik13

    4 hari 3 malam Plus ditambah satu hari (pertama kali ke Madura 30/11/2015) saya belum ngerasain Sate Madura hehehe

    Sukses untuk kegiatan #MenduniakanMadura Luar biasa

      Mahdus Abrori

      Di Pamekasan ada sate lalat lho kak didik. Cocok banget buat disantap bareng nasi putih anget-anget.. poko e wenak..

      *Sengaja biar tambah ngiler 😂

    ndop

    Dirimu lucu banget ya ternyata ahahahaha… Seneng baca blog yg bahasanya “manusiawi” begini..

    Ditunggu cerita selanjutnya ya kak Mah

      Mahdus Abrori

      Wkwkwk.. makasih ya mas Ndop.
      Jangan bosan-bosan mampir di blog ini.. 😀

    setio

    waw.. jadi pengen ke madura..
    sukses selalu bro…

      Mahdus Abrori

      Marilah ke Madura 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: